Thursday, January 17, 2013

Pengaruh Jenis Air Terhadap Pertumbuhan Kecambah Tanaman Kacang Hijau

Assalamu'alaikum ...
Hari ini saya mau share Laporan Praktikum Biologi. Laporan ini berjudul "Pengaruh Jenis Air Terhadap Pertumbuhan Kecambah Tanaman Kacang Hijau". Bagi yang lagi cari referensi untuk laporan praktikumnya silahkan dilihat-lihat.





KATA PENGANTAR
                                                 


Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat Rahmat dan izinnya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pengaruh Jenis Air Terhadap Pertumbuhan Kecambah Tanaman Kacang Hijau sebagai laporan praktikum mata pelajaran Biologi. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis air terhadap pertumbuhan kacang hijau.
Terima kasih tak terhingga kami dedikasikan kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselesaikannya makalah ini. Terima kasih tak terhingga kami haturkan kepada Bapak Sabarudin Ahmad selaku guru pembimbing kami yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini.
Tak lepas dari kekurangan, kami sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Saran dan kritik yang membangun diharapkan demi karya  yang lebih baik dimasa mendatang. Besar harapan kami semoga makalah ini membawa manfaat khususnya bagi kami dan bagi pembaca pada umumnya.



Singkawang, 13 Desember 2012



Penyusun,





DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR .....................................................................................................  i
DAFTAR ISI ....................................................................................................................  ii
DAFTAR TABEL ............................................................................................................  iii
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................................  iii
ABSTRAK......................................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................  1
1.1       Latar Belakang Masalah .....................................................................................  1
1.2       Perumusan Masalah ............................................................................................  1
1.3       Tujuan Penelitian ................................................................................................  1
1.4       Manfaat Penelitian .............................................................................................  1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ....................................................................................  2
2.1       Dasar Teori .........................................................................................................  2
2.2       Hipotesis .............................................................................................................  2
BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN .......................................................  3
3.1       Alat dan Bahan ...................................................................................................  3
3.2       Cara Kerja ..........................................................................................................  3
3.3       Analisis Data ......................................................................................................  3
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................................  4
4.1       Hasil Penelitian ..................................................................................................  4
4.2       Pembahasan .......................................................................................................  6
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .........................................................................  9
5.1       Kesimpulan ........................................................................................................  9
5.2       Saran ..................................................................................................................  9
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................................  10
LAMPIRAN ...................................................................................................................  11

  


DAFTAR TABEL



Tabel 1.1 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada pot A ..... 4

Tabel 1.2 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada pot B ..... 4

Tabel 1.3 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada pot C ..... 5

Tabel 1.4 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada pot D ..... 5







DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Penanaman biji kacang hijau .................................................................... 11
Gambar 1.2 Penyiraman biji kacang hijau dengan air ledeng ...................................... 11
Gambar 1.3 Keadaan batang dan daun kecambah kacang hijau pada hari ketiga ....... 12
Gambar 1.4 Keadaan batang dan daun tanaman kacang hijau hari keempat ............... 12
Gambar 1.5 Pengukuran panjang batang kecambah pada hari kelima ......................... 13
Gambar 1.6 Keadaan batang dan daun tanaman kacang hijau hari keenam ................ 13
Gambar 1.7 Keadaan pertumbuhan tanaman kacang hijau pada hari ketujuh ............. 14







ABSTRAK



Makhluk hidup selalu tumbuh dan berkembang semasa hidupnya. Pertumbuhan dan perkembangan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Salah satu dari faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ini adalah air. Air merupakan faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan. Pada percobaan kali ini, kami mengamati pertumbuhan tanaman biji kacang hijau yang diberikan beberapa jenis air yang berbeda. Sebagai patokan tingkat kesuburan, kami mengamati panjang batang tumbuhan selama 7 hari. Jenis air yang digunakan adalah air ledeng, air hujan, air sungai dan air sumur.




BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang Masalah

Kacang hijau atau  Phaseolus aureus  berasal dari famili Fabaceae alias polong-polongan. Kacang hijau dan kecambahnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan proteinnya cukup tinggi  dan merupakan sumber mineral penting, seperti kalsium dan fosfor dan sangat diperlukan tubuh. Sementara itu, kandungan lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh sehingga aman dikonsumsi oleh orang-orang dengan masakan obesitas.
Kacang hijau termasuk jenis tanaman yang relatif mudah  termasuk tanaman yang relatif mudah untuk ditanam karena tidak tergantung pada iklim tertentu. Dengan memperhatikan kecukupan faktor-faktor eksternal seperti air dan mineral, kelembaban, suhu serta cahaya, kacang hijau dapat tumbuh dengan baik.
Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada kacang hijau adalah air. Pemberian jenis air yang berbeda akan menghasilkan pertumbuhan yang berbeda pula. Berdasarkan hal tersebut kelompok kami pun tertarik untuk meneliti jenis air yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman kacang hijau.

1.2         Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, dapat dirumuskan permasalahan yang akan diteliti sebagai  berikut:
v  Apakah air hujan merupakan jenis air yang paling baik dalam pertumbuhan kacang hijau ?

1.3        Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu :
v  Mengetahui perbedaan pengaruh berbagai jenis air pada proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan kacang hijau.
v  Mengetahui jenis air yang paling baik untuk proses pertumbuhan dan  perkembangan khususnya kacang hijau.

1.4        Manfaat Penelitian

Manfaat dari hasil akhir penelitian ini adalah :
v  Sebagai sumber informasi bagi sebagian orang yang belum mengetahui pengaruh air bagi tumbuhan, khususnya kacang hijau.
v  Sebagai sumber informasi bagi sebagian orang yang belum mengetahui jenis air yang baik bagi pertumbuahan kacang hijau.
v  Sebagai sumber informasi dalam pengembangan pada teknologi pertanian





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1      Dasar Teori

Air (H2O) adalah cairan jernih, tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau yang terdapat dan diperlukan dalam kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan,yang secara kimiawi air terbentuk dari Hidrogen dan Oksigen. Air merupakan salah satu faktor yang dapat mempercepat perkecambahan dan menghentikan masa dormansi biji. Perkecambahan diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi. Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar) dan biji melunak. Proses ini murni fisik.

Kehadiran air di dalam sel mengaktifkan sejumlah hormon perkecambahan awal. Fitohormon asam absisat menurun kadarnya, sementara giberelin meningkat. Selain itu masuknya air pada biji juga menyebabkan enzim aktif bekerja. Bekerjanya enzim merupakan proses kimia. Enzim amilase bekerja memecah tepung menjadi maltosa, selanjutnya maltosa dihidrolisis oleh maltase menjadi glukosa. Protein juga dipecah menjadi asam – asam amino. Senyawa glukosa masuk ke dalam proses metabolisme dan dipecah menjadi energi dan senyawa karbohidrat yang menyusun struktur tubuh Asam – asam amino dirangkaikan menjadi protein yang berfungsi menyusun struktur sel dan enzim – enzim baru. Asam – asam lemak terutama dipakai untuk menyusun membran sel.

Perubahan pengendalian ini merangsang pembelahan sel di bagian yang aktif melakukan mitosis, seperti di bagian ujung radikula. Akibatnya ukuran radikula makin besar dan kulit atau cangkang biji terdesak dari dalam, yang pada akhirnya pecah. Pada tahap ini diperlukan prasyarat bahwa cangkang biji cukup lunak bagi embrio untuk dipecah.

Fungsi air untuk tumbuhan adalah :
a)        Memberikan tekanan turgor pada dinding sel sehingga sel dapat membelah dan membesar.
b)        Merangsang terjadinya proses imbibisi, yaitu proses penyerapan air oleh biji.
c)        Sebagai bahan baku fotosintesis sehingga tanaman memproduksi glukosa.
d)       Mengedarkan hasil-hasil fotosintesis keseluruh bagian tumbuhan.

Bila tanaman kekurangan air, maka tanaman akan kering dan kekurangan nutrisi karena tidak ada yang mengangkut nutrisi itu. Tetapi jika kelebihan air juga tidak baik untuk tanaman karena pertumbuhan tanaman akan terhambat dan kemungkinan akan mati.

2.2      Hipotesis

     Dari paparan di atas kami mengambil hipotesis bahwa “jenis air yang paling baik dalam pertumbuhan kacang hijau adalah air hujan”.





BAB III
BAHAN DAN METODE PENELITIAN

3.1      Alat dan Bahan

Alat
a)      Penggaris
b)      Gayung
c)      Polybag
d)     Kertas
e)      Lem
f)       Lidi

Bahan
a)      Air hujan, air sumur, air sungai, air ledeng
b)      Tanah kebun
c)      Biji kacang hijau

3.2      Cara Kerja

a)      Menyiapkan 4 polybag kemudian, isi dengan tanah masing-masing 1 kg.
b)      Memberi nama tiap pot menggunakan kertas berukuran 3 × 4 cm yang telah diberi lem perekat dengan nama A, B, C, dan D.
c)      Menanam biji kacang hijau sebanyak 10 biji pada setiap masing-masing polybag.
d)     Memberi nama tiap biji dengan menggunakan lidi yang salah satu bagian ujungnya di tempel kertas dengan nama 1 untuk biji yang pertama, 2 untuk biji yang kedua dan seterusnya hingga biji kesepuluh yang kemudian menancapkan lidi tersebut pada salah satu sisi biji kacang hijau yang baru saja di tanam.
e)      Menyiram ke empat pot yang telah berisi tanah dan biji tanaman kacang hijau dengan air sebanyak 15 mL. Ketentuan air yang disiram adalah sebagai berikut :
Nama Pot
Jenis air yang disiram
A
Air ledeng
B
Air hujan
C
Air sungai
D
Air sumur
f)       Meletakkan semua pot pada suatu tempat yang memiliki intensitas matahari yang cukup.
g)      Mengukur panjang total dari setiap kecambah yang terdapat pada ke empat pot satu persatu setiap harinya hingga hari ke 7.
h)      Mencatat hasil pengamatan dan membuat laporan dari hasil pengamatan tersebut.

3.3        Analisis Data

Dalam menganalisis hasil penelitian, dapat dilakukan dengan membuat laporan penelitian pada kertas analisis. Pada penelitian ini, kelompok kami menggunakan tabel untuk menganalisis data hasil penelitian.






BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1      Hasil Penelitian

Pot A (Air Ledeng)
Tabel 1.1 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada pot A
No
Kecambah ke
Panjang batang hari ke (cm)
Kecepatan pertumbuhan (per kecambah)
1
2
3
4
5
6
7
1
1
0
0.5
4.8
7.9
11.4
15.8
19.1
2,73
2
2
0
0.2
4.6
8.4
12.1
16.2
17.5
2,50
3
3
0
0.3
4.7
7.6
10.5
15.5
19
2,71
4
4
0
0.4
4
8.1
10.7
17
17
2,43
5
5
0
0.5
4.5
7.3
11.6
16.8
18.1
2,59
6
6
0
0.5
3.9
7.4
10.4
15
19.4
2,77
7
7
0
0.1
4
8.8
11.8
15.9
17
2,43
8
8
0
0.4
4.6
7.6
10
15.7
18.9
2,70
9
9
0
0.4
4.7
8.2
11.9
16.8
19
2,71
10
10
0
0.3
4.2
7.9
12
17
19.1
2,73
Kecepatan per-tumbuhan (per hari)
0,00
0,36
4,04
3,52
3,32
4,93
2,24
2,6
Panjang batang rata-rata (per hari)
0,00
0,36
4,40
7,92
11,24
16,17
18,41



Pot B (Air Hujan)  -  Kontrol
Tabel 1.2 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada pot B

No
Kecambah ke
Panjang batang hari ke (cm)
Kecepatan pertumbuhan (per kecambah)
1
2
3
4
5
6
7
1
1
0
0.7
5.1
8
10.6
16
20.3
2,90
2
2
0
0.8
5.4
8.1
12.4
16.1
20.4
2,91
3
3
0
0.4
4.3
8.2
11.6
15.6
21.6
3,09
4
4
0
0.8
5
8
11
15.4
20.1
2,87
5
5
0
0.9
4.8
8
11.8
15
20
2,86
6
6
0
1
4.7
7.6
10.4
15.3
20.6
2,94
7
7
0
0.8
4.2
7.9
11.6
16.4
20.9
2,99
8
8
0
0.7
5
8
11.4
16
18.9
2,70
9
9
0
0.6
5.1
7.5
11
17
20.1
2,87
10
10
0
1.1
5
8.1
1
17.1
21.7
3,10
Kecepatan per-tumbuhan (per hari)
0,00
0,78
4,08
3,08
3,44
4,61
4,47
2,9
Panjang batang rata-rata (per hari)
0,00
0,78
4,86
7,94
10,28
15,99
20,46



 

Pot C (Air Sungai)
Tabel 1.3 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada pot C
No
Kecambah ke
Panjang batang hari ke (cm)
Kecepatan pertumbuhan (per kecambah)
1
2
3
4
5
6
7
1
1
0
0.4
4.5
7.6
9.4
14.6
16.7
2,39
2
2
0
0.3
4.1
7.8
9.3
15
17
2,43
3
3
0
0.3
4
7
9.8
15.4
18.6
2,66
4
4
0
0.5
4.6
7.4
10
15.1
18.1
2,59
5
5
0
0.4
3.9
7.9
9.4
14.9
18.2
2,60
6
6
0
0.6
4.5
8
9.8
14.8
17
2,43
7
7
0
0.5
4.6
7.3
10.1
14.2
18.5
2,64
8
8
0
0.4
4
7.1
9.2
14.6
17.6
2,51
9
9
0
0.7
5
8
9.1
13.9
18.4
2,63
10
10
0
1
5.1
7.5
9.1
16.7
17.3
2,47
Kecepatan per-tumbuhan (per hari)
0,00
0,51
3,92
3,13
1,96
5,40
2,82
2,5
Panjang batang rata-rata (per hari)
0,00
0,51
4,43
7,56
9,52
14,92
17,74



Pot D (Air Sumur)
Tabel 1.4 Pengamatan panjang batang kecambah tanaman kacang hijau pada pot D
No
Kecambah ke
Panjang batang hari ke (cm)
Kecepatan pertumbuhan (per kecambah)
1
2
3
4
5
6
7
1
1
0
0.5
4.6
7.9
11.2
15.3
19.2
2,74
2
2
0
0.4
4
7.8
11.8
15.8
19.4
2,77
3
3
0
0.5
4.6
7.9
10.9
16
18.9
2,70
4
4
0
0.5
4.8
8.4
10.7
15.7
17.6
2,51
5
5
0
0.3
4.7
7.6
10.2
15.1
18.3
2,61
6
6
0
0.8
4.3
7.3
11.7
15.4
19.2
2,74
7
7
0
0.7
4
7.8
10.5
16.1
19.3
2,76
8
8
0
0.6
4.5
8.1
11
15.3
17.3
2,47
9
9
0
0.8
5
8
10.2
17
20
2,86
10
10
0
1
4.3
7.9
10
16.8
18.2
2,60
Kecepatan per-tumbuhan (per hari)
0,00
0,61
3,87
3,39
2,95
5,03
2,89
2,7
Panjang batang rata-rata (per hari)
0,00
0,61
4,48
7,87
10,82
15,85
18,74




4.2      Pembahasan


Pot A (Air Ledeng)
Pada hari pertama, tidak satupun kecambah yang tumbuh. Pada hari ke 2 hingga hari ke 7 proses pertumbuhan berlangsung normal. Tidak satupun tanaman yang telah tumbuh mengalami pertumbuhan tidak normal.

Pot B (Air Hujan)
Pada hari pertama, tidak satupun kecambah yang tumbuh. Hal ini dikarenakan, sebelum mulai menyemai biji-biji tersebut tidak direndam terlebih dahulu sehingga menyebabkan proses imbibisi (penyerapan air oleh biji) baru dimulai pada hari pertama. Pada hari kedua plumula pada tiap kecambah mulai muncul. Pada hari ketiga hingga hari ke 7, proses pertumbuhan kecambah berlangsung normal.

Pot C (Air Sungai)
Pada hari pertama, tidak satupun kecambah yang tumbuh. Pada hari ke 2 sampai hari ke 4 pertumbuhan berlangsung normal, tetapi pada hari ke 5, salah satu tanaman kacang hijau pada daunnya mengalami penggulungan. Pada hari ke 6 dan ke 7 yang daunnya menggulung tersebut kembali normal (tidak menggulung).

Pot D (Air Sumur)
Pada hari pertama, tidak satupun tanaman yang tumbuh. Pada hari kedua pertumbuhan berlangsung normal, tetapi  pada hari ke 3 daun tumbuhan kacang hijau layu. Pada hari ke 4 tanaman tumbuh normal kembali.




Dari percobaan yang telah kami lakukan, maka diperoleh hasil pengamatan secara kuantitatif. Pada tanaman yang diberi perlakuan dengan air hujan mengalami pertumbuhan paling optimal dibandingkan tanaman dengan perlakuan air lain. Tanaman dengan perlakuan diberi air hujan memiliki batang yang lebih tinggi dan daun yang lebih hijau. Tanaman dengan perlakuan diberi air ledeng, air sungai dan air sumur  juga memiliki batang yang tinggi dan daun yang hijau, namun lebih rendah bila dibandingkan dengan tanaman yang diberi air hujan.










BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1      Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan pertumbuhan yang dipengaruhi oleh perbedaan jenis air yang diberikan pada tumbuhan kacang hijau. Jenis air yang paling baik untuk proses pertumbuhan dan perkembangan biji kacang hijau dari percobaan kami adalah air hujan. Adapun hasil percobaan kami ini sesuai dengan hipotesis yang telah kami tentukan sebelumnya.

5.2      Saran

1.      Hendaknya petani yang membudidayakan tanaman kacang hijau untuk menyiram tanaman kacang hijaunya dengan air hujan agar mendapatkan hasil yang optimal.
2.      Sebelum melakukan penanaman, pastikan kacang hijau yang dipilih dalam keadaan yang benar – benar segar.
3.      Memastikan kesterilan air yang digunakan.






DAFTAR PUSTAKA


http://zaifbio.wordpress.com/2010/02/12/pertumbuhan-dan-perkembangan/
http://asnani-biology.blogspot.com/2009/05/pertumbuhan-dan-perkembangan.html






Semoga bermanfaat ..... !!!




2 comments:

  1. sumbal
    san...
    sombol
    sembel
    sumbul
    sembul
    sunal
    sinul

    ReplyDelete
  2. terima kasih :) artikelnya sangat membantu tugas sekolah saya

    ReplyDelete